Selasa, 30 November 2010

PRAJURIT 600 RAIDER IKUT PROMOSIKAN KESENIAN INDONESIA DI LEBANON

PRAJURIT TNI PROMOSIKAN KESENIAN INDONESIA
23 Jun 2009

PUSPEN TNI (23/6),- Prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda XXIII-C/UNIFIL memperoleh sertifikat penghargaan (letter of appreciation) dari Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI di Beirut, R. Bagas Hapsara karena telah berpartisipasi dalam menyukseskan acara pagelaran solo promosi seni dan budaya, yang digelar oleh Kedutaan RI di Beirut bekerja sama dengan American University of Beirut (AUB), di Marquand House 1879 (kediaman Presiden AUB) - Beirut.

Pada kesempatan tersebut sejumlah prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda XXIII-C/UNIFIL bersama para pelajar Indonesia dan anggota Dharma Wanita KBRI Beirut menampilkan beberapa kesenian tari berupa Tari Poco-Poco, Tari Saman dan Tari Kecak dihadapan sejumlah alumni AUB yang tergabung dalam Women’s Auxiliary (sebuah organisasi sosial para relawan kesehatan di American University Hospital) yang telah mengumpulkan dana sebesar USD 150.000,- untuk disumbangkan kepada penderita kanker di Lebanon.

Disamping tari-tarian pihak Kedubes juga memainkan beberapa kesenian berupa Angklung dan Kolintang yang di padukan dengan seni gamelan. Para hadirin yang sebagian besar merupakan warga negara senior (Senior Citizen) Lebanon sangat mengapresiasi penampilan Indonesia dalam acara tersebut. Tidak sedikit dari mereka yang memberikan pujian langsung kepada Dubes, “it’s very great performance of Indonesia”.

Pada kesempatan tersebut pihak AUB juga memberikan apresiasi khusus kepada sang koreografer, bapak Maulana (staf kedutaan), dengan sebuah rangkaian bunga karena telah mendesain sedemilkian rupa acara tersebut sehingga dapat terlaksana dengan sangat mengagumkan. Atas dasar itulah Dubes Bagas Hapsara memberikan penghargaan sebagai rasa terimakasih kepada 46 prajurit TNI Dpp Kapten Inf Friando Karim Danki Mekanis D (Pasi Ops Yonif 600/Raider) yang telah membantu mempromosikan kesenian Indonesia disela-sela kesibukan mereka sebagai penjaga perdamaian (peace keeper) di Lebanon Selatan.

Selesai menerima penghargaan dari Dubes, di hadapan anak buahnya, Dansatgas Konga XXIII-C/UNIFIL atau Indobatt (Indonesian Battalion), Letkol Inf R. Haryono menekankan bahwa apa yang dikerjakan untuk merah putih harus all out. “Kita tidak boleh tampil setengah-setengah dalam menjaga nama baik bangsa dan negara di dunia internasional. Untuk merah putih kita harus all out”.


Lebih lanjut Dansatgas mengatakan bahwa selama kegiatan yang dilakukan telah mendapatkan ijin dari Force Commander (Komandan Pasukan) UNIFIL, Indobatt akan selalu memberikan yang terbaik asalkan tidak mengganggu tugas pokoknya sebagai peace keeper dalam menjalankan Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 1701 di Lebanon Selatan. Selama ini prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda di Lebanon sering menampilkan beberapa atraksi dan kesenian daerah di hadapan warga UNIFIL maupun masyarakat setempat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar